Malang — Universitas Al-Qolam Malang (UQM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang riset nasional. Tim pengusul yang diketuai dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah UQM, Dr. Kholik, M.Pd., dinyatakan lolos seleksi pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Gelombang 11 Tahun 2026–2027. Capaian ini menjadi sorotan karena menegaskan kiprah dosen UQM dalam riset yang berakar pada kekayaan budaya lokal.
Capaian Dosen UQM dalam Seleksi RIIM BRIN
Melalui skema Risnov BRIN, tim pengusul berhasil melewati proses seleksi kompetisi RIIM dan berhak melanjutkan ke tahap pendanaan riset. Keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan proposal yang matang serta kerja kolektif para dosen yang terlibat. Adapun nota kesepahaman (MoU) terkait riset ini tertanggal 30 September 2026.
Lolosnya tim ini dalam kompetisi nasional menunjukkan bahwa riset yang dirancang oleh dosen UQM mampu bersaing dengan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bagi institusi, capaian ini turut memperkuat reputasi riset UQM di tingkat nasional.
Susunan Tim Pengusul Riset
Tim pengusul terdiri atas tiga dosen dengan pembagian peran yang jelas. Dr. Kholik, M.Pd. bertindak sebagai ketua tim pengusul, didampingi Dr. Edris Zamroni, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Ahmad Faizi, M.Li. sebagai anggota tim pengusul. Kolaborasi lintas dosen ini mencerminkan semangat kerja tim dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak.
Judul dan Fokus Riset: Tradisi Pandalungan
Riset yang diusulkan mengangkat judul “Eksplorasi Tradisi ‘Rasol’, ‘Taropan’, dan ‘Petik Laut’ sebagai Penguatan Budaya Masyarakat Pandalungan”. Penelitian ini mengkaji tiga tradisi masyarakat Pandalungan dan memotretnya sebagai modal penguatan budaya. Tradisi-tradisi tersebut merupakan warisan yang hidup di tengah masyarakat, sehingga patut didokumentasikan, dipahami, dan dilestarikan melalui kerja riset yang sistematis.
Lokasi penelitian berada di wilayah Pandalungan di Jawa Timur, yang juga dikenal sebagai wilayah Tapal Kuda. Wilayah ini tergambar jelas dalam peta pada poster pengumuman resmi seleksi RIIM BRIN.
Masyarakat sebagai Subjek dan Pemilik Tradisi
Riset ini menempatkan masyarakat Pandalungan sebagai subjek sekaligus pemilik tradisi. Pendekatan ini menegaskan bahwa riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga kembali kepada masyarakat sebagai pewaris dan penjaga budaya. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan memberi manfaat nyata bagi komunitas yang menjadi sumber pengetahuan.
Harapan bagi Pengembangan Riset di UQM
Lolosnya tim Dr. Kholik dalam seleksi pendanaan RIIM BRIN diharapkan menjadi pemantik bagi dosen-dosen UQM lainnya untuk terus berkarya, mengajukan proposal riset kompetitif, dan mengangkat kekayaan lokal sebagai sumber pengetahuan. Universitas Al-Qolam Malang menyampaikan apresiasi atas capaian ini dan berharap riset yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pandalungan serta memperkuat reputasi riset UQM di tingkat nasional.
Sumber gambar: poster pengumuman Risnov BRIN RIIM Kompetisi Gelombang 11 2026–2027.